Jumat, 11 April 2014

Rwa Bineda (dua hal yang selalu berbeda)


Drs. I Gusti Ngurah Dwaja

Ojodumeh012.blogspot.com - Sabtu, 12 April 2014 - 05:48 WIB - Rwa (Bineda; Bhineda) adalah dua sifat yang berbeda, keduanya ini disebutkan bermula ketika alam semesta ini diciptakan pertama kali oleh Hyang Widhi Wasa sehingga di Alam Semesta ini terdapat dua sifat :

  • siang dan malam,
  • ada sifat yang baik dan ada yang buruk 
  • benar - salah dll

Sehingga rwa bhineda disebutkan sebagai dua sifat yang berbeda dan selalu mewarnai alam ini sebagaimana disebutkan dalam mitologi caru maka diperlukan hal - hal untuk dapat menetralisirnya.

Kombinasi antara Purnama-Tilem dalam Phartyca's Blog, sebagaimana dijelaskan untuk upacara penyucian Sang Hyang Rwa Bhineda,

  • Pada saat purnama memuja Sang Hyang Chandra
  • Pada saat tilem memuja Sang Hyang Surya.

Disebutkan pula, bahwa lazimnya sebuah dunia, sifat Rwa Bhineda yaitu baik-buruk, terang-gelap dll selalu mewarnai kehidupan ini, seperti halnya laki-perempuan, siang-malam, panas-dingin dan sebagainya.
Yang cair misalnya, kalau dipanaskan oleh api akan menguap ke langit (I Bapa), sedangkan api akan mengendap ke bumi (I Meme). Langit sendiri akan menurunkan hujan untuk menyuburkan bumi dan melahirkan kehidupan.

Demikian halnya dalam dunia Wayang dikenal, 2 (dua) kelompok besar, kanan dan kiri. Golongan Kanan lebih mewakili sifat-sifat kebajikan.  Dari lakon Mahabharata ada para Pandawa dan golongan Yadu sedangkan pada lakon Ramayana meliputi Rama, Laksamana, Hanoman, Sugriwa dkk.

Sebaliknya Golongan Kiri disarati sifat-sifat kebhatilan yang diwakili oleh para Kurawa dalam lakon Mahabharata dan Rahwana beserta para Raksasa dalam lakon Ramayana. Demikian dijelaskan dalam kutipan dari blog PanDe Baik, "Wayang Kulit Dan Barong Landung" 

Selain itu dijelaskan pula, saput poleng yang bercorak kotak - kotak, subha karma dan asubha karma dalam simbol dan istilah yang disebutkan sebagai prilaku baik dan prilaku dosa yang juga disebutkan lambang Tapak dara dalam simbol swastika sebagai sumber pengatur seisi alam menjadi cerminan Sang Hyang Rwa Bineda sebagai simbol penyeimbang.

Keanekaragaman dan perbedaan tersebut dalam pengetahuan Hindu Dharma dijelaskan bahwa selain terus dapat me
ningkatkan wiweka dalam diri sendiri, kitapun wajib dan tidak segan-segan untuk dapat bertata-krama dengan umat lain seperti layaknya kita bersaudara, karena memang kita semua ini bersaudara.

Kiriman :
I Gusti Ngurah Dwaja

Sabtu, 05 April 2014

Misteri Orang Gila di Emper Toko Indomaret SPN Lido by Slamet Priyadi

Orang gila misterius (Ilustrasi: Slamet Priyadi)
Orang Gila Misterius (Ilustrasi: Slamet Priyadi)

Misteri Orang Gila di Emper Toko Indomaret SPN Lido
Karya:
Slamet Priyadi


orang gila tua renta itu bertubuh kurus dan kumal
berwajah lusuh penuh peluh kotor dan berdaki
 berambut gimbal dipenuhi debu yang menggumpal
berbaring di emperan toko Indomaret yang sepi
di tepi jalan yang macet jalan raya Ciawi-Sukabumi
sejak tadi pagi hingga sampai sore hari
orang gila itu tak pernah beranjak pergi
dari tempatnya berbaring di emper toko yang bising
tak ada satu pun orang yang peduli dan empati
semua terbelenggu dengan kesibukan masing-masing
dengan orang gila tua renta itu yang nampak kurus kering
sementara di jalan raya Ciawi-Sukabumi
kemacetan berbagai jenis kendaraan semakin menjadi-jadi
dipenuhi ratusan kendaraan putaran akhir kampanye legislasi
aku seberangi jalan menelusup di sela-sela kendaraan
lalu hampiri orang gila itu yang masih berbaring di emperan
aku sapa orang gila itu tapi tetap diam membisu
hanya matanya nanar sedikit mendelik menatapku
seperti heran masih ada orang yang memperhatikan
dengan dirinya orang gila yang tak punya masa depan
beberapa saat kemudian ia duduk senderan
di dinding rolling dor toko yang tutup libur akhir pekan
masih tetap diam hanya matanya menatap kosong ke depan
tak peduli dengan ramai, macet dan suara bising kendaraan
meski hati berdebar serasa bergidik sedikit gentar
aku beranikan duduk di sisinya dan menyapanya kembali
“bapak, sedari pagi tetap di sini apakah sudah makan, pak?”
orang gila tua renta itu tetap diam tak berkata-kata
hanya menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan
lalu aku ambil bungkus nasi rames yang ada dalam tasku
yang tadi aku beli di kantin kantor dan aku tawarkan kepadanya,
“bapak, ini ada sebungkus nasi rames, silahkan dimakan, pak”
orang gila tua renta itu tetap menggeleng-gelengkan kepalanya
akan tetapi kali ini dia menjawabnya dengan suara terbata-bata,
“nak, terimakasih atas perhatian dan kebaikannya pada bapak,
terus terang bapak sudah tak butuh makan, nak!”
mendengar jawaban seperti itu aku benar-benar heran
dan tak habis pikir, “oya... begitukah, pak?”
“kalau begitu ini ada sedikit uang untuk bapak,
barangkali ini akan ini lebih bermanfaat untuk bapak kelak!”
aku ambil selembar uang limapuluhribuan dari dompetku
lalu kusodorkan ke tangan kanannya yang kurasakan
 hanya seperti menyentuh tulang,
tak ada kulit yang membungkusnya
lagi-lagi aku heran tak habis pikir dan bertanya-tanya?
orang gila tua renta itu menolak uang pemberianku seraya berkata,
“Nak, sekali lagi terimakasih! Bapak sudah tak membutuhkan apapun
yang bersifat keduniawian, berikanlah uang itu untuk keluarga
mungkin itu akan lebih bermanfaat, dan bapak doakan
semoga kelak anak dan keluarga diberikan hidayah
dan rizqi yang banyak dari Tuhan Yang Maha Kasih.”
“Jika demikian, saya mohon maaf, pak!
mungkin sikap saya tadi kurang sopan
 dan telah membuat bapak tersinggung
rumah saya di dekat sini pak, saya kembali dulu.”
setelah berkata demikian aku pun segera berlalu
tapi baru tiga langkah aku tinggalkan tempat orang tua itu
salah seorang yang melihatku berbicara bertanya kepadaku,
“maaf, pak! tadi bapak sepertinya bicara sendirian
 dengan siapakah bapak berbicara tadi?”
mendengar pertanyaan demikian, aku jadi terheran-heran
dan segera menoleh ke belakang menatap ke arah
tempat tadi aku menyapa dan bicara dengan orang tua gila
dan di sana memang tak ada siapa-siapa
aku jadi berpikir dan bertanya-tanya sendiri dalam hati
sebenarnya siapakah dan kemanakah orang tua renta gila itu?
hening sejenak, barulah aku temukan jawabannya
rupanya aku sendirilah yang menjadi orang gilanya
hi hi hi hi hi... aku jadi tertawa geli
ada-ada saja pengalaman misteri
dengan orang gila misterius ini
Bumi Pangarakan, Bogor
Sabtu, 05 April 2014 – 22:06 WIB   
  
"SENI BUDAYA NUSANTARA": Misteri Orang Gila di Emper Toko Indomaret SPN Lid...: Inilah Karyaku – Sabtu, 05 April 2014 – 23:15 WIB   Misteri Orang Gila di Emper Toko Indomaret SPN Lido Karya: Slamet Priyadi...