Minggu, 02 Oktober 2016

KISAH MISTERI SABTU, 05 APRIL 2014 Karya : Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet : Ojo Dumeh
Minggu, 02 Oktober 2016 - 20:16 WIB
 

KISAH MISTERI SABTU, 05 APRIL 2014 
Karya: Ki Slamet 42

Orang  tua renta itu, bertubuh kurus  dan  kumal
Berambut gimbal menggumpal,  wajah  pucat  pasi
Berpakaian lusuh penuh peluh  kotor dan berdaki
Bersender di emper toko Indomaret ditaman sepi
Bermenung diri di sisi Jalan Raya Ciawi-Sukabumi

Semenjak tadi pagi hinggalah sampai di sore hari
Orang tua yang konon gila itu tak beranjak pergi
Kepalanya goyang, geleng ke arah kanan dan kiri
Mata menatap kendaraan melintas  pulang pergi
Tak satu pun orang  yang mau peduli dan empati

Sementara  bisingnya jalan raya Ciawi-Sukabumi
Semerawut  kemacetan semakinlah menjadi-jadi
Beratusan kendaraan kampanye Pemilu Legislasi
Membuat suara bising dan macet  tak terkendali
Tapi orang gila itu, tampak tak terganggu situasi

Di saat kendaraan stagnan jalanpun kuseberangi
Berjalan di sela kendaraan yang silang  mengantri
Lalu kuhampiri dia yang masih tak beranjak pergi
Aku sapa orang gila itu penuh dengan rasa empati
Tetapi tegur sapaku sama sekali tiadalah diperduli

Aku sapa sekali lagi, orang gila itu  tetap membisu
Hanya matanya nanar sedikit mendelik menatapku
Sepertinya Ia merasa tak suka dengan kehadiranku
Yang  tiba-tiba  hadir  di hadapannya  mengganggu
Dengan  segala  tanya  dan  tegur sapa  yang  baku

Sejenak kemudian,  Ia pun kembali duduk senderan
Di dinding rolling dor toko yang tutup  akhir pekan
Ia tetap diam,  matanya menatap kosong  ke depan
Meski hati serasa gentar badan bergidik gemetaran
Aku beranikan duduk  di sisinya, menyapa perlahan

“Bapak,  sedari pagi tetap di sini  apa sudah makan?”
Orang gila itu diam hanya gelengkan kepala perlahan
Aku ambil nasi rames  yang tadi beli di kantin depan
Lalu berikan kepadanya persilahkan untuk dimakan
“Pak,  Ini sebungkus nasi rames,  silahkan  dimakan!”

Orang gila itu tetap menggeleng-gelengkan kepalanya
Tapi kali ini Ia menjawab dengan suara terbata-bata,
“Oya, terimakasih  atas  perhatian  dan kebaikannya
Nak, terus terang bapak sudah tak butuh makan,”
Mendengar jawaban seperti itu timbul raasa heran,

“Oya begitukah? Jika demikian ini sedikit uang pak,
Mungkin ini lebih bermanfaat untuk bapak kelak!”
Uang limapuluhribuan kuambil dari dompet Ecolak
Kuberikan kepadanya,  orang itu tertawa bergelak
Dengan kata lemah lembut,  orang gila itu menolak

Aku jadi heran tak habis pikir dan bertanya-tanya?
Orang gila itu menolak pemberianku seraya berkata
“Nak, terimakasih! Bapak sudah tak butuh apa-apa
Lebih baik berikanlah saja uang itu untuk keluarga
Itu akan lebih banyak manfaat  dan  lebih berguna”

“Oya,  atas  semua kebaikan dan perhatian ananda
Bapak doakan, semoga kelak ananda dan keluarga
Diberi hidayah rizqi yang barokah dari Allah Ta’ala
“Oya,  saya mohon maaf,  tadi  mungkin  sikap saya
Kurang sopan dan membuat bapak merasa terhina”

Setelah berkata demikian aku pun segeralah berlalu
Baru lima langkah  tinggalkan tempat  orang tua itu
Salah seorang yang melihat aku bicara sendiri di situ
Bertanya dengan penuh  rasa keheranan  kepadaku,
Sebab konon cerita aku bicara sendiri di tempat itu

“Maaf pak!,  tadi bapak seperti  bicara sendiri di situ
 Dengan siapa bapak serius bicara hingga lupa waktu?”
Mendengar pertanyaan itu, aku jadi heran termangu
Akupun menoleh ke belakang menatap ke tempat itu
Tempat tadi aku bicara dengan orang tua gila di situ

Dan realitanya,  di sana  memang tak ada siapa-siapa
Aku jadi tak habis pikir,  heran, dan bertanya-tanya
Sebenarnya siapakah dan kemanakah orang tua gila
Yang lenyap begitu saja  dan  pergi entah  ke mana?
Orang yang bertanya kepadaku geleng-geleng kepala

Hening sebentar,  barulah aku temukan jawabannya
Sepertinya cuma aku  yang melihat itu orang tua gila
Dan aku jadi merasa geli dalam hati aku jadi tertawa
Ternyata, aku sendirilah yang  menjadi  orang gilanya
Sebab duduk bicara sendiri di emper toko SPN Lido

Begitu peristiwa unik pengalaman misteri yang  aku alami
Bersama orang gila misterius yang masih penuh teka-teki
Yang serig muncul  saat pukul  dua lewat tiga puluh pagi
Hingga menjelang pukul  enam lewat dua puluh sore hari
Depan SPN Lido, sepanjang Jalan Raya Ciawi-Sukabumi

Bumi Pangarakan, Bogor
Minggu, 02 Oktober 2016 – 20:05 WIB