Minggu, 20 Maret 2016

“AJARAN SABDA PALON" Karya : Ki Slamet 42

Blog Ki Slamet 42 : Ojo Dumeh
Minggu, 20 Maret 2016 - 20:40 WIB

Image "Ki Lurah Semar Badranaya ( Foto: Google )
Ki Lurah Semar Badranaya

“AJARAN SABDA PALON"
Karya : Ki Slamet 42

Tertera di dalam kitab kuno pusaka luhur berbudi
Kitab Sabda Palon berisi ajaran-ajaran moral tinggi
Agar kita bisalah menggapai derajat manusia sejati
Yang tutur sapanya lembut tiada pernah menyakiti
Apalagi bersifat penuh rasaan iri syirik dan dengki

Adapun untuk mencapai tingkat sejatinya manusia
Harus mengamalkan sikap dan perilaku Gandharwa
Berjiwa bersih  yang dilambari dengan  sikap utama
Yang selalu melekat kuat bersemayam di dalam jiwa
Utama gandarwa, tingkatkan laku, tekun dan setia

Pertama utamakan kemanunggalan dalam gandarwa
Selalu mengingat Tuhan, menyatu dengan sifat-Nya
Penuh rasa kasih bersifat adil, jujur, dan bijaksana
Tidak tamak, tidak serakah, tidak bersikap jumawa
   Baik kepada alam, khewan maupun kepada manusia   

Kedua,  tingkatkan kawruh dan laku untuk sesama
Selalu belajar dan terus belajar menumbuhkan daya
Amalkan dan praktikkan kepandaian kepada sesama
Demi kebaikan, kesejahteraan dan kemajuan bangsa
Tanpa pamrih dipenuhi rasa tulus dan ikhlas semata

Ketiga,  melakukan sesuatu  dengan tekun dan setia
Miliki komitmen tinggi  dengan  apa yang diyakininya
Setia dan punya rasa dedikasi dalam amalkan segala
Baik berupa ajaran pun kemampuan yang dimilikinya
Semua dilakukan ‘tuk cari keridhoan Tuhan semata

Jika manusia mampu lakoni dan bisa capai Gandarwa
Mengamalkan ketiganya maka di dalam sosok dirinya
Akan bersemayam kuat moralitas jiwa kokoh berjaya
Sugih tanpa banda sakti tanpa aji ngluruk tanpa bala
Menang tanpa perang, apa yang dinginkan jadi nyata


Minggu, 20 Maret 2016 – 15:56 WIB
Slamet Priyadi di Pangarakan, Bogor
 

Jumat, 04 Maret 2016

BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN Karya : Ki Slamet 42...

Blog : "OJO DUMEH"
Sabtu, 05 Maret 2016 - 10:35 WIB
 
Image: Ajuna Begawan Ciptaning
Arjuna Begawan Ciptaning
BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN
Karya : Ki Slamet 42


Di  jelang petang  ketika malam merayap perlahan
Kususuri jalan  yang ditumbuhi semak berserakan
Di  tepian kali Kudil  yang airnya mulai kehitaman
Yang banyak  dikotori limbah sampah perumahan
Dari orang-orang  yang tak peduli lagi kebersihan


Di  langit sana  ada bulan sembunyi di balik awan
Bersinarkan  cahaya putih  yang kuning keemasan
Tersenyum  malu  tiada mau  pamer kerupawanan
Namun  pancaran cahayanya  dipenuhi kesejukan
Bagaikan cinta kasih  Sang Ibu  sepanjang zaman


Ketika kaki terasa lelah untuk melangkah berjalan
Maka akupun duduklah lalu  menyandarkan badan
Pada sebongkah batu kali kudil yang ada di tepian
Yang  ditumbuhilumut-lumut  hijau  menyegarkan
Dan kepala tengadah mataku menatap sang bulan

Bulan yang masih di balik awan seperti beri pesan
Agar kita tak bersikap dumeh penuh keangkuhan
Angkuh saat kita bergelimangkan harta kekayaan
Dumeh ketika kita mendapatkan amanah jabatan
Congkak dan sombong ketika kita dalam kejayaan

Merasa diri kita paling religius mesti disingkirkan
Merasa diri kita yang paling benar harus dijauhka
Merasa diri kita saja  yang paling pinta lenyapkan
Merasa diri kita saja yang paling terkuat, sirnakan
Oleh karena semuanya itu hanyalah milik T u h a n



Kp Pangarakan, Bogor
Sabtu, 05 Maret 2016 – 09:44 WIB







" SAJAK & PUISI KI SLAMET 42 ": BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN Karya : Ki Slamet 42...: Sajak & Puisi Ki Slamet Priyadi Sabtu, 05 Maret 2016 - 10:10 WIB   Begawan Ciptaning BULAN SEMBUNYI DI BALIK AWAN Ka...