“SI PEREMEH ITU BERWATAK DUMEH”
Karya
: Ki Slamet 42
Selorohmu
seakan kau sajalah yang terpintar
Berujar
kata bahwa akulah yang paling benar
Jika
orang beda dengan pikirmu yang nyasar
Maka
ekspresikan amarah berkata-kata kasar
Dalam
rasamu, seakan kau sajalah yang besar
Tiada
banding ‘tuk bisa sanding dalam gelar
Kemana-mana,
kepada siapa saja berkelakar
Segalanya
dianggap remeh tak ada rasa gusar
Suka
mencemooh, orang lain dianggap bodoh
Gemar
meleceh, meremeh, dumeh berseloroh
Tak
bisa tenang tergopoh-gopoh dan ceroboh
Berjalan
gagah tiada takut kesandung roboh
Sang
Peremeh itu, memang miliki watak dumeh
Kepada
orang lain selalu menganggapnya remeh
Umbyang-umbyung
bersikap mencelah-menceleh
Ya,
si Peremeh, memang dumeh suka nyeleneh
Kp. Pangarakan, Bogor
Sabtu, 22 Agustus 2015 – WIB
"PUISI-PUISI SLAMET PRIYADI": “SI PEREMEH ITU BERWATAK DUMEH” Karya : Ki Slamet...: Golek "Dorna" “SI PEREMEH ITU BERWATAK DUMEH” Karya : Ki Slamet 42 Selorohmu seakan kau sajalah yang terpintar...


![OJO DUMEH - Rabu, 24 Desember 2014 - Seorang anak muda berkeinginan pergi berkelana untuk mencari obat dari penyakit yang dideritanya. Bertahun-tahun ia mengupayakan kesembuhan penyakitnya itu, tetapi seluruh pengobatan di kotanya berada tidak berhasil. Alasan itulah yang mendorongnya untuk pergi meninggalkan kota kelahirannya; meninggalkan orang tuanya. Sang ayah sangat paham dengan yang diderita anaknya. Sesungguhnya penyakit yang diderita anaknya bersumber dari gangguan syaraf akibat cemas. Akan tetapi, ia mengambil keputusan untuk membiarkan anaknya berkelana. “Langkah ini akan lebih menenteramkan jiwanya”, pikir sang Ayah. Sudah berapa lama sang anak merantau. Kabar terakhir yang diterima sang ayah memberitakan bahwa anak lelakinya belum juga sembuh. Malam itu setelah melakukan salat tahajud, ia bergegas ke meja. Ditulisnya sepucuk surat untuk anak lelakinya. Nak, kamu berada 1500 mil dari rumah, dan kamu tidak merasakan perubahan, bukan? Aku tahu tentang hal itu, Anakku. Sebab, kamu pergi sambil membawa serta satu-satunya penyebab dari kesulitan yang sedang menimpa dirimu, yaiyu: dirimu sendiri! Tak ada yang salah dalam tubuhmu. Bukan karena badanmu engkau menjadi sakit. Sesungguhnya ia ada dalam pikiranmu. Sebagaimana yang dipikirkan orang, itulah yang akan dirasakannya. Apabila engkau memahami sepenuhnya kata-kata ayahmu ini Anakku, pulanglah! Pulanglah! Isya Allah, engkau akan sembuh! Mendapat surat dari ayahnya, sang anak menjadi marah. Ia menganggap bahwa ayahnya tidak sanggup memahami penderitaannya. Kemarahannya memuncak sehingga ia memutuskan untuk tidak kembali ke rumah orang tuanya. Tidak pernah sama sekali, tekadnya meledak berasama kemarahannya. Malam itu ia berada dalam puncak kegundahan. Sang anak terus menyusuri jalanan kota yang disinggahinya. Langkah-langkahnya terhenti ketika di depannya berdiri sebuah masjid yang dipenuhi jamaah. Di dalam masjid sedang berlangsung pengajian. Ia putuskan untuk masuk di dalamnya. Sayup-sayup ia mendengar seorang ustad memberikan taujih-nya. Entah, energi dari mana ia terus mendekat. Di telinganya kata-kata ustad itu terdengar jelas: Barangsiapa yang dapat menaklukkan dirinya sendiri, maka sesungguhnya ia lebih perkasa dari para pahlawan yang menaklukkan kota! Rasulullah pernah berwasiat kepada kita, “Orang-orang cerdik adalah mereka yang dapat mengendalikan diriinya, sekaligus beramal untuk bekal sesudah mati. Anak itu mulai berpikir, “Ceramah itu sama persis dengan yang ditulis ayah. ”Tiba-tiba terbersit cahaya seakan menerangi jiwanya. “Untuk pertama kalinnya dalam hidup, aku lebih sanggup melihat diriku sesungguhnya. Sesuatu yang paling dekat dengan diriku sendiri, dan lama aku abaikan dan tinggalkan. Dwi Budiyanto.2009. Prophetic Learning [Menjadi Cerdas dengan Jalan Kenabian hal. 32-33] Slamet Priyadi di Bumi Pagarakan, Bogor Selasa, 23 Desember 2014 – 09:45 WIB Denmas Priyadi](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI6rHiSAhbK-bUBKh0JoNRLz3WLOTHnOiNA7EJJFSwJSSh717V3CdJcJUum6XIYQb0XgIZ4PlochjqJIFyyUxKxW3-4x-XfsS4NMuUoCXDrl0e8VtV9u_lxBI9gXaN2oQpXx16g13y86lq/s1600/MR.+SLAMET+PRIYADI.jpg)